Sejarah Desa

Sejarah Desa Kedungjambal menurut penuturan para pinisepuh yang sekarang masih hidup yaitu:

Bermula pada tahun 1926 diadakan pemetakan wilayah calon desa.

Batas wilayah desa :

  • Sebelah Barat           : Kabupaten Klaten
  • Sebelah Timur          : Desa Grajegan
  • Sebelah Selatan        : Desa Watubonang
  • Sebelah Utara           : Desa Ponowaren

Tanah-tanah dibagi / kapling menjadi sawah tegal dan pekarangan.

Pekarangan / Dukuh terdapat 10 Dukuh.

  1. Dukuh Tanjungan
  2. Dukuh Kadipaten
  3. Dukuh Pandanrangkang
  4. Dukuh Jonggrangan
  5. Dukuh Gandekan
  6. Dukuh Klaseman
  7. Dukuh Brebes
  8. Dukuh Jambal
  9. Dukuh Pendem
  10. Dukuh Jarum

Terbentuknya Pemerintahan tahun 1926 dengan Struktur Organisasi Pemerintahan sebagai berikut:

  1. Kepala Desa /Lurah
  2. Kami tuwo
  3. Carik Desa
  4. Kebayan
  5. Modin / Kaum

Keadaan Penduduk saat itu:

  1. jumlah Kepala Keluarga = 400 KK
  2. Jumlah Jiwa = 1600 orang

 

NAMA DESA

Pada tahun 1926 setelah wilayah dan pemerintahan dibentuk maka dipilih dan ditetapkan nama Desa, dari sepuluh dukuh dipilih satu dan ditetapkan sebagai / menjadi nama desa.

Dengan kesepakatan bersama nama desa adalah : BREBES karena terletak ditengah tengah Desa

 

PEMBAGIAN TANAH

Pada tahun 1928 tanah-tanah yang telah dikapling dibagi-bagi diberikan kepada penduduk/ kuli yang sudah berumah tangga (KK).

Cara Pembagian:

Pekarangan diberikan kepada yang telah menempati.Sawah dan tegal diundi / lotre.

Bekel hak garapanya dicabut, sebagai penghargaan diberi pituas setiap bekel 1 (satu) patok sawah selama hidup dan lurup 2 (dua) tahun.

 

PERUBAHAN NAMA DESA

Nama Brebes ditafsirkan brebes mili (air mata ) yang berarti menimbulkan kesusahan, hal ini dihubungkan dengan kejadian setiap tahun tanggul sungai dengkeng putus, bencana banjir selalu menimpa dan menimbulkan kerugian harta benda dan tanaman milik penduduk.

Timbul pemikiran dari para tokoh dan masyarakat, bahwa nama Brebes tidak membawa berkah, maka nama desa Brebes harus diganti.

Para pinisepuh dan tokoh masyarakat mengadakan musyawarah untuk menggali dan menetapkan nama desa baru sebagai ganti nama desa yang lama (Brebes).

Hasil musyawarah diambil nama desa yang baru yaitu KEDUNGJAMBAL dengan alasan bahwa sepanjang wilayah desa dilalui sungai Dengkeng yang berliku-liku dan banyak kedung / lubuk yang dalam, didalam kedung-kedung tersebut ternyata terdapat banyak ikan diantaranya ikan yang besar berkulit putih kekuningan hal tersebut dapat menguntungkan bagi penduduk sekitarnya.

KEDUNGJAMBAL terdiri dari dua suku kata :

Kedung berarti tempat, lubuk atau dalam serta tentram.

Jambal berarti ikan, rejeki dan untung.

KEDUNGJAMBAL bermakna Daerah / Desa yang aman dan tentram subur serta makmur.

Pada tahun 1936 KEDUNGJAMBAL diresmikan menjadi nama Desa.

Nama Kedungjambal diharapkan membawa berkah kepada penduduknya yaitu hidup tentram, makmur dan sejahtera.

 

Adapun Kepala Desa yang pernah menjabat adalah sebagai berikut :

Kepala Desa I             : Somorejo (Klaseman)                  Tahun  : 1946

Kepala Desa II            : Martorejo (Pendem)                    Tahun  : 1956

Kepala Desa III          : Ngatman (Pandanrangkang)       Tahun  : 1985

Kepala Desa IV          : Sriyanta,S.Pt (Pendem)               Tahun  : 2001

Kepala Desa V            : Sartana,SE (Pendem)                  Tahun  : 2012

Demikian sekilas sejarah nama Desa Kedungjambal mudah-mudahan ada faedahnya

Link Tekait